Ayo Sehat


Monday, June 11, 2018

Bahaya di Balik Makanan Bersantan saat Lebaran

Bahaya di Balik Makanan Bersantan saat Lebaran



Lebaran sudah dekat! Umumnya, menu Lebaran diwarnai dengan berbagai makanan bersantan. Apa yang akan terjadi jika Anda mengonsumsi terlalu banyak makanan bersantan?



Setelah membaca judul tulisan ini, Anda pasti sudah membayangkan berbagai macam makanan bersantan yang menjadi primadona saat Lebaran nanti. Mulai dari opor ayam, gulai sapi, tongseng kambing, sayur pepaya dengan kuah santan, dan masih banyak lagi. Dengan alasan “hanya setahun sekali” banyak orang yang jadinya tak mampu mengontrol nafsu makan. Padahal, makanan bersantan yang dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan tubuh.

Santan merupakan bahan makanan yang cukup sering digunakan untuk memasak. Tak hanya hidangan utama seperti yang disebutkan di atas, tapi juga sajian manis seperti es cendol dan bubur ketan hitam.


Sisi baik dan buruk santan
Santan berasal dari perasan parutan kelapa. Santan juga kini sudah tersedia dalam bentuk kemasan. Kelapa sendiri mengandung gizi yang tinggi dan kaya akan serat, vitamin C, E, B1, B3, B5, B6 dan mineral seperti besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Santan juga tidak mengandung laktosa sehingga dapat digunakan menjadi pengganti susu bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa.

Kelapa adalah salah satu makanan yang berada di tengah-tengah level ‘baik’ dan ‘buruk’, tergantung seberapa banyak Anda mengonsumsinya. Santan—terutama yang rendah lemak—boleh dikonsumsi dalam jumlah yang sewajarnya (1–2 kali per minggu).

Sebagai gambaran, dalam 100 ml santan kemasan mengandung 169 kalori, 1,1 gram protein, 16,9 gram lemak (14,6 gram lemak jenuh), dan 3,3 gram karbohidrat.

Lemak jenuh sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Terdapat beberapa jenis lemak yaitu lemak tak jenuh (unsaturated fat), lemak jenuh (saturated fat), lemak trans, lemak cis, dan asam lemak omega. Lemak tak jenuh dibagi lagi menjadi dua, yaitu lemak tak jenuh rantai tunggal (monounsaturated fat) dan lemak tak jenuh rantai banyak (polyunsaturated fat).

Mengonsumsi banyak lemak, terutama lemak jenuh, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan LDL (low density lipoprotein) alias kolesterol jahat dalam tubuh.

LDL adalah kolesterol jahat yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah. Penumpukan kolesterol di pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit, yang diketahui dapat berakibat fatal bagi tubuh seperti serangan jantung dan strok.

Santan juga termasuk makanan yang tinggi kalori. Karena makanan bersantan dikenal enak dan gurih, banyak orang yang mengabaikan batasan jumlah yang dikonsumsi. Akibatnya, kalori yang didapat sekali makan bisa jadi terlalu tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, yang dapat berujung pada obesitas.

Sebenarnya, kelapa dapat membawa manfaat dalam meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein) alias kolesterol baik. Namun, manfaatnya ini tidak sebanyak lemak jenuhnya, sehingga mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Terlebih lagi, biasanya kadar kolesterol tinggi dalam tubuh tidak menimbulkan gejala. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya jagalah kadar kolesterol tubuh mulai dari sekarang.

Salah satu cara untuk menjaga kadar kolesterol adalah dengan mengonsumsi plant stanol ester yang terbukti dapat mencegah dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Sekarang sudah tersedia minuman rasa buah atau smoothie di pasaran yang membawa khasiat plant stanol ester di dalamnya.

Kini Anda telah mengetahui bahaya yang mengintai di balik makanan bersantan yang tinggi lemak jenuh, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan strok. Tak hanya itu, makanan bersantan juga diketahui dapat menyebabkan perut kembung dan gas berlebih, penyempitan pembuluh darah, serta memicu tekanan darah tinggi.

Bijaklah dalam memilih dan menjaga batasan jumlah makanan yang dikonsumsi saat Lebaran, termasuk makanan yang sangat menggoda seperti makanan bersantan. Lakukan pencegahan dengan menerapkan pola makan sehat, berolahraga secara rutin, serta mengonsumsi minuman yang mengandung plant stanol ester yang dapat menurunkan dan mencegah kolesterol jahat.


https://www.klikdokter.com/rubrik/read/3553239/bahaya-di-balik-makanan-bersantan-saat-lebaran

Tips Agar Mudik Lebaran Bersama Anak Tetap Nyaman

Tips Agar Mudik Lebaran Bersama Anak Tetap Nyaman



Ingin mengajak si Kecil mudik saat Lebaran? Lakukan tips ini agar tetap nyaman selama perjalanan.


Mudik Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu sebagian orang. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, ini adalah momen yang tepat untuk pulang kampung dan berkumpul bersama sanak saudara. Bagi Anda yang juga melakukan tradisi ini dan akan mudik bersama si Kecil, persiapan yang matang perlu dilakukan.

Ya, mudik bersama anak bukanlah perkara yang mudah. Kondisi selama perjalanan dapat mempengaruhi tingkat kenyamanan anak. Itulah sebabnya mengapa bila tidak dipersiapkan dengan matang, Anda berisiko menghadapi kerewelannya selama perjalanan.

Ingin momen mudik Lebaran Anda tetap nyaman dan menyenangkan? Lakukan tips berikut ini:

1. Bawa pakaian secukupnya

Anda tak perlu membawa terlalu banyak pakaian saat mudik Lebaran bersama anak. Hal ini akan merepotkan dan menambah beban yang ditanggung selama perjalanan.

Bawalah beberapa helai pakaian yang sesuai dengan kondisi perjalanan dan kampung halaman. Bila cuaca cenderung dingin, Anda bisa membawa pakaian yang tebal. Sebaliknya, bila cuaca panas bawalah pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat.

Sebelum dikemas dalam koper, pastikan pakaian tersebut sudah Anda cuci hingga bersih menggunakan sabun dan softener. Dengan demikian, saat sampai di tempat tujuan, Anda tak perlu repot dengan urusan pakaian yang bau apek.

2. Pastikan pasokan makanan anak memadai

Asupan makanan anak yang terjaga sepanjang perjalanan mampu menjaga daya tahan tubuhnya, sehingga penyakit tak mudah singgah. Oleh karena itu, pastikan Anda membawa pasokan makanan yang memadai untuk dikonsumsi anak selama perjalanan.

Makanan seperti apa yang sebaiknya disiapkan? Anda bisa menyiapkan serealia, biskuit, atau buah yang bertahan lama di perjalanan -seperti jeruk, apel, dan kurma.

3. Membawa obat dan perlengkapan P3K

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan buruk, bawalah obat dan perlengkapan P3K. Jika Anda atau si Kecil memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan obat yang bersangkutan selalu berada di saku.

4. Persiapkan mainan edukatif

Perjalanan mudik yang jauh dan penuh dengan kemacetan tentu membuat anak lebih mudah bosan. Sebagai solusi dari hal ini, Anda perlu membawa mainan edukatif seperti buku bergambar atau sejenisnya.

Pastikan Anda menemani si Kecil saat sedang bermain. Hal ini akan membuatnya lebih senang dan lebih semangat untuk menikmati perjalanan. Di samping itu, hubungan Anda dengannya juga bisa lebih erat.

5. Bawa benda kesayangan si Kecil

Agar si Kecil tak rewel selama perjalanan, pastikan Anda membawa benda kesayangannya. Pada umumnya, benda ini mampu menenangkan diri anak, bahkan dapat menjadi teman tidurnya selama di perjalanan atau saat tiba di tempat tujuan.

 Itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar mudik Lebaran bersama anak tetap nyaman sepanjang perjalanan. Jika si Kecil memiliki masalah kesehatan tertentu, akan lebih baik jika Anda memeriksakan dirinya ke dokter terlebih dahulu. Selamat mudik!


https://www.klikdokter.com/rubrik/read/3553942/tips-agar-mudik-lebaran-bersama-anak-tetap-nyaman

7 Cara Menjaga Stamina saat Berpuasa

7 Cara Menjaga Stamina saat Berpuasa



Ada banyak cara agar stamina Anda tak mudah menurun selama menjalankan ibadah puasa. Tapi jangan batal puasanya ya gaes.



Berikut tips menjaga stamina saat puasa.

1. Optimalkan waktu tidur

Selama berpuasa, Anda akan bangun lebih awal untuk sahur. Hal ini mungkin dapat menyebabkan Anda kurang tidur sehingga saat beraktivitas cenderung lemas. Untuk itu, siasatilah dengan tidur lebih cepat dari biasanya, serta optimalkan waktu tidur selama 6–8 jam per hari.

2. Minum yang cukup

Selama bulan puasa, Anda kadang lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Padahal 80 persen tubuh Anda terdiri atas cairan, sehingga ketika asupan cairan berkurang tubuh akan mudah mengalami dehidrasi. Dehidrasi inilah yang membuat stamina menurun.

Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi air minimal delapan gelas setiap harinya. Anda dapat mencicilnya dari setelah berbuka puasa hingga sahur. Minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan dua gelas saat sahur.

3. Olahraga ringan

Jangan memaksakan diri untuk berolahraga selama berpuasa, jika memang tidak kuat. Namun ini juga bukan alasan untuk jadi malas latihan. Anda tetap dapat beraktivitas fisik dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya, misalnya 30 menit saja.

Pilihlah jenis olahraga yang lebih ringan agar tidak terlalu menguras energi, seperti joging kecil, yoga, bersepeda, dan berenang. Anda dapat melakukannya 30–60 menit menjelang berbuka puasa.

4. Konsumsi sayur dan buah

Demi kelancaran berpuasa, asupan sayur dan buah selama berbuka dan sahur harus tetap terjaga. Selain tinggi kadar air, sayur dan buah juga kaya antioksidan yang mampu memelihara stamina. Variasikan juga jenis sayur dan buahnya agar tubuh mendapatkan nutrisi yang lengkap.

5. Makan kurma

Kurma sangat identik dengan takjil. Ada banyak alasan mengapa buah ini bagus untuk kesehatan. Selain berserat, kurma juga menyimpan berbagai macam vitamin yang berguna untuk tubuh. Anda dapat mengonsumsinya kapan pun, baik sebagai hidangan awal berbuka atau makanan penutup sahur.

6. Multivitamin

Multivitamin dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menjaga stamina tubuh selama berpuasa, apalagi jika kegiatan harian cukup padat. Dengan rutin mengonsumsi multivitamin, tubuh pun akan terhindar dari penyakit, lebih segar, dan mampu beraktivitas dengan baik.

7. Jangan lupa sahur

Peran sahur saat berpuasa sangat penting. Makanan yang Anda konsumsi bisa memengaruhi kerja tubuh selama seharian penuh. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks agar perut kenyang lebih lama. Contoh karbohidrat kompleks adalah nasi merah, roti gandum, singkong, dan ubi.

Selain menjalankan tips tersebut, perlu diperhatikan juga kondisi tubuh Anda. Jika Anda sedang dalam pengobatan atau menderita penyakit tertentu, ada baiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum berpuasa.

Sejumlah perubahan saat bulan Ramadan mungkin akan memengaruhi dosis dan jam pemberian obat serta pantangan apa yang harus dihindari. Pada keadaan tertentu, bisa saja dokter tidak menyarankan Anda untuk berpuasa dikarenakan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan.

Selamat menjalankan ibadah puasa yang penuh rahmat ini. Kenali kondisi kesehatan Anda dan jaga stamina agar tetap sehat hingga hari kemenangan tiba.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3546244/7-cara-menjaga-stamina-saat-berpuasa

Lakukan 3 Cara Ini Agar Tetap Sehat saat Lebaran

Lakukan 3 Cara Ini Agar Tetap Sehat saat Lebaran


Agar tetap sehat saat Lebaran, jangan lupa untuk menjaga pola makan serta cuci tangan sebelum dan setelah bersalam-salaman.

akukan 3 Cara Ini Agar Tetap Sehat saat Lebaran
Klikdokter.com, Jakarta Bulan Ramadan tidak hanya mengenai puasa, tapi juga mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Di Indonesia, tradisi silaturahmi ke rumah sanak saudara masih kental ditemui saat hari Lebaran. Berbagai makanan khas juga tentunya berjejer rapi di meja makan. Agar tetap sehat saat Lebaran, ikuti kiat-kiat di bawah ini.

Keseruan di Hari Raya Idul Fitri
Telah melewati sebulan penuh berpuasa, lebaran memang menjadi momen perayaan tersendiri bagi umat Muslim. Di Indonesia, merayakan Hari Lebaran erat kaitannya dengan berkumpul bersama keluarga dan bersilaturahmi dengan saling mengunjungi rumah sanak saudara dan kerabat.

Hari Lebaran juga identik dengan berbagai menu yang lezat. Berbagai sajian makanan mengandung santan dan berlemak seperti opor, gulai, dan rendang kerap mewarnai meja makan sebagai sajian utama saat lebaran. Belum lagi berbagai kue kering dan kue basah yang juga sering kali menjadi kudapan wajib saat bersilaturahmi.

Meski demikian, deretan menu lebaran yang menggoda tersebut tak jarang dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan jika asupannya tidak dikontrol.

Selain itu, momen saling bermaafan dan bersalam-salaman merupakan salah satu kegiatan yang menjadi simbol kembali suci di Hari Raya Idul Fitri. Biasanya sanak saudara berbaris dan mengantre untuk saling bersalaman sekaligus mengucapkan selamat atas kembalinya hari raya penuh ramat.

Dari berbagai kegiatan di Hari Lebaran tersebut, tentunya ada banyak aspek yang perlu diperhatikan agar tubuh terjaga tetap bugar dan sehat, sehingga bisa merayakan hari raya tanpa kendala. Untuk itu, inilah beberapa tips berlebaran yang dapat Anda perhatikan untuk persiapan menyambut hari raya nanti.

Strategi makan
Hari Lebaran seringkali menjadi cheating day di mana Anda membebaskan diri untuk menyantap berbagai santapan lezat khas hari raya. Hal ini tentu boleh-boleh saja, namun ada baiknya Anda memiliki strategi agar bisa menikmati santapan hari raya namun tetap sehat.

Biasanya saat berkeliling untuk bersilaturahmi ke kediaman sanak saudara, Anda akan mendapat ajakan untuk makan di setiap tempat yang dikunjungi, baik itu camilan seperti kue kering atau makan besar seperti ketupat opor dan gulai.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah mengambil porsi yang sedikit di setiap tempat agar Anda tetap dapat menghormati tuan rumah tanpa makan berlebihan. Cukup ambil 1–2 potong kue kering dan seperempat porsi makan besar Anda agar tetap bisa menikmati sajian setiap bersilaturahmi.

Pilih minuman yang sehat
Saat lebaran, biasanya terdapat berbagai pilihan minuman manis seperti sirup atau es buah. Terlalu banyak minum minuman dengan kandungan gula tinggi tidak baik untuk kesehatan. Usahakan memilih air putih jika memungkinkan saat bersilaturahmi. Jika ingin mencicipi minuman manis tentu boleh saja, namun batasi konsumsinya dalam sehari.

Mencuci tangan
Tradisi bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan ternyata juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang merupakan tempat berkumpul kuman.

Sebagai upaya pencegahan agar tidak menyebarkan atau mendapatkan kuman saat bersalam-salaman, jangan lupa untuk cuci tangan sebelum dan setelah bersalaman dengan air mengalir dan sabun.

Cuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara yang efektif untuk membersihkan tangan dari kotoran dan membunuh kuman, sehingga tidak menyebabkan berbagai penyakit.

Anda tentunya ingin tetap sehat saat lebaran. Beberapa tips di atas dapat membantu Anda menjaga kesehatan agar tetap bugar, sehingga dapat berkumpul dengan sanak saudara untuk merayakan hari raya dengan nyaman. Jangan lupa untuk kembali berolahraga dan menjalani pola hidup sehat setelah berpesta di Hari Lebaran, ya!

https://www.klikdokter.com/rubrik/read/3499197/lakukan-3-cara-ini-agar-tetap-sehat-saat-lebaran?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Channel&utm_campaign=Rapido-1&utm_content=[zone]

Cara Menghilangkan Bau Mulut Secara Alami

Cara Menghilangkan Bau Mulut Secara Alami



Bau mulut sangat mengganggu lawan bicara Anda. lawan bicara anda akan kliyeng-kliyeng ketika menghirup udara dari mulut Anda. bahkan lawan bicara Anda akan menjauh karena kalau berlama-lama di dekat Anda , dia bisa muntah.

Jangan khawatir. saya memberi tahu Anda bagaimana cara menghilangkan bau mulut secara alami.



Masalah bau mulut kadang tidak disadari, oleh sebab itu penting untuk mengetahui gejalanya agar kamu bisa mengetahui apakah mulutmu mengeluarkan bau tidak sedap.
Untuk mengetahui hal ini kamu membutuhkan bantuan orang lain baik keluarga maupun teman. Jika mereka mengatakan bahwa mulutmu mengeluarkan bau saat bicara, kemungkinan kamu mengidap halitosis.
Cara lain untuk mengetahui gejala bau mulut adalah dengan menjilat pergelangan tanganmu dan membiarkannya kering. Jika kamu mencium bau tidak sedap dari pergelangan tanganmu, besar kemungkinan mulutmu berbau tidak sedap.
Selain dengan cara diatas kamu juga bisa menggunakan cara medis dibawah ini untuk mengecek apakah kamu mengidap halitosis atau tidak. Berikut listnya:

a. Halimeter: Digunakan untuk mengecek kandungan sulfur yang rendah dalam air liur.
b. Kromatografi Gas: Prosedur untuk mendeteksi senyawa volatile sulfur compound termasuk hydrogen sulfide, methyl mercaptan dan dimethyl sulfide.
c. BANA Test: Digunakan untuk mengecek adanya enzim yang dihasilkan oleh bakteri penyebab bau mulut.
d. Beta-Galactosidase Test: Memastikan kadar atau kandungan enzim Beta-Galaktosidase yang juga berperan dalam munculnya masalah bau mulut.



8 Penyebab Bau Mulut

1. Kesehatan Mulut Yang Kurang Terjaga
Kurangnya menjaga kebersihan mulut dapat mengakibatkan nafas yang berbau. Sisa makanan yang melekat pada gigi dan gusi akan diubah oleh bakteri anaerob dalam mulut menjadi senyawa dengan bau yang menyengat.
Beberapa jenis bakteri gram-negatif penyebab bau mulut yang diketahui antara lain Prevotella Melaninogenica, Centipeda Periodontii, Porphyromonas Gingivalis, Fusobacterium Periodonticum, Porphyromonas Endodontalis, Bacteroides Loescheii, Prevotella Intermedia, dan bakteri lainnya yang menghuni mulut.
Jika tidak dibersihkan secara rutin bakteri tersebut akan menyebabkan pembentukan plak dan juga senyawa berbau khususnya jika makanan yang dikonsumsi mengandung protein dan sulfur.


2. Makanan Dan Minuman
Beberapa jenis makanan dan minuman diketahui sebagai pemicu timbulnya masalah bau mulut. Makanan dengan kadar sulfur yang tinggi seperti bawang merah dan bawang putih adalah penyebab bau mulut yang sebisa mungkin harus dihindari. Demikian juga kopi dan alkohol yang juga diketahui mampu merangsang aktivitas bakteri penyebab bau dalam mulut.
Jika kamu mengalami masalah halitosis dan ingin menghilangkannya, batasi juga konsumsi makanan tinggi protein seperti daging, ikan, telur dan lainnya. Protein dan karbohidrat adalah zat nutrisi yang disukai oleh bakteri dan jika tidak dibersihkan, sisa-sisa makanan inilah yang akan diubah menjadi senyawa volatile sulfur compounds penyebab bau mulut.





3. Merokok
Rokok mengandung banyak senyawa kimia terutama tar dan nikotin yang menjadi penyebab bau mulut. Senyawa kimia dalam rokok dapat merangsang timbulnya plak pada gigi dan menyebabkan gingivitis atau peradangan pada gusi.
Tidak hanya menyebabkan peradangan pada gusi, beberapa senyawa dalam rokok termasuk ethyl pyrrole, 2,3-dimethyl pyrazine dan 2-ethyl pyridineakan tetap tinggal ditenggorokan dan paru-paru perokok setelah beberapa jam. Inilah yang menyebabkan nafas perokok berbau tidak enak.


4. Pengobatan
Obat tertentu yang dikonsumsi untuk menyembuhkan beberapa penyakit dapat mengurangi produksi saliva atau air liur dalam mulut dan menyebabkan bau mulut berlebihan.
Jenis obat-obatan yang menyebabkan bau mulut diantaranya adalah golongan obat nitrat yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung, obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi, dan juga beberapa jenis obat seperti amphetamine, disulphiram, phenothiazines,dan chloral hydrate. Sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter jika obat-obatan yang dikonsumsi menyebabkan bau mulut dan mintalah saran darinya.

5. Penyakit Atau Kelainan
Penyakit dan gangguan kesehatan yang terjadi dalam tubuh juga dapat menyebabkan bau mulut. Oleh sebab itu jika kamu mengalami masalah bau mulut berat dan sulit dihilangkan, ada baiknya jika segera berkonsultasi dengan dokter.
Beberapa penyakit yang menjadi penyebab bau mulut diantaranya adalah tonsillitis, kanker, diabetes, sindrom metabolisme tertentu, bronchitis, liver dan lain sebagainya.
Bau mulut yang dipicu oleh penyakit atau gangguan kesehatan serius biasanya disebabkan oleh adanya campuran zat kimia tertentu yang dihasilkan sebagai reaksi dari sistem kekebalan tubuh.


6. Halitophobia
Pernah mendengar istilah ini? Halitophobia adalah suatu keadaan dimana seseorang terlalu mengkhawatirkan keadaan mulutnya dan selalu ingin mulutnya dalam keadaan higienis dengan cara membersihkannya setiap saat.
Mereka yang mengidap halitophia biasanya merasa mulut mereka mengeluarkan bau tidak sedap padahal sebenarnya tidak. Bisa dibilang bau mulut yang satu ini tidak benar-benar nyata dan hanya ada dalam pikiran atau mental seseorang yang terlalu paranoid. Pengidap halitophobia biasanya bisa disembuhkan melalui cognitive behavioral therapy atau CBT.


7. Diet Dan Puasa
Diet ketat dan puasa juga bisa menjadi salah satu penyebab bau mulut. Saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam waktu yang lama dan kekurangan karbohidrat, tubuh akan mulai membakar lemak dan menggunakannya sebagai penghasil energi. Metabolisme lemak dalam tubuh akan menghasilkan produk samping yakni senyawa keton yang juga dikeluarkan melalui nafas.


8. Mulut Kering
Mulut kering atau yang disebut Xerostomia; adalah kondisi mulut kering karena kelenjar saliva tidak menghasilkan air liur, juga merupakan penyebab utama masalah bau mulut. Air liur berfungsi sebagai zat yang melembabkan mulut, menetralkan asam, menghilangkan bakteri, dan menyapu sel kulit mati pada lidah, gusi dan pipi disekitar rongga mulut.
Tanpa saliva atau air liur, bakteri penyebab bau mulut akan lebih mudah berkembang biak dan mengubah sisa makanan menjadi senyawa volatile sulfur compound penyebab bau mulut.



Fakta Dan Mitos Tentang Bau Mulut


Beberapa mitos yang beredar seputar bau mulut kadang membingungkan kita, namun berikut adalah fakta-fakta dari mitos yang ada di masyarakat.
Mitos: Seseorang bisa mencium bau mulutnya sendiri.
Fakta: Mereka yang mengidap halitosis atau bau mulut tidak bisa dengan mudah mengetahui apakah nafasnya berbau atau tidak meskipun dilakukan dengan cara menghembuskan nafas pada telapak tangan. Untuk mengetahui apakah kamu mengidap halitosis, kamu bisa meminta bantuan keluarga dan teman.
Mitos: Menjaga kebersihan gigi dengan baik dapat menghilangkan bau mulut secara permanen.
Fakta: Untuk menghilangkan bau mulut, kamu tidak hanya perlu membersihkan gigimu saja tetapi juga harus menghilangkan sisa-sisa makanan yang menempel pada plak seperti dengan menggunakan dental floss. Kamu juga harus rutin membersihkan lidah dengan menggunakan tongue cleaner karena bakteri yang tinggal dimulut juga menempel pada lapisan bawah lidah.
Mitos: Bau mulut disebabkan oleh pencernaan yang kurang sehat.
Fakta: Meskipun bau mulut bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan seperti Gestational Reflux Disease atau GERD, tidak semua kondisi bau tersebut datang dari perut. Ada banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang mengalami masalah bau mulut.
Mitos: Mouthwash adalah cara efektif untuk menghilangkan bau mulut.
Fakta: Sebagian besar orang percaya bahwa mouthwash atau obat kumur bisa menghilangkan bau mulut secara permanen, padahal faktanya tidak demikian. Obat kumur yang mengandung alkohol justru dapat membuat kondisi mulut semakin kering dan hal ini akan memicu timbulnya nafas tidak sedap.
Mitos: Untuk mencegah bau mulut kita hanya harus memperhatikan apa yang kita makan.
Fakta: Memang benar jika beberapa makanan seperti kubis dan bawang yang mengandung sulfur adalah salah satu penyebab bau mulut. Akan tetapi bau mulut yang sudah kronis tidak hanya bisa dicegah atau dihilangkan dengan tidak mengkonsumsi makanan tersebut, alias harus ditangani dan diobati dengan cara yang tepat.


13 Cara Mengatasi Bau Mulut Secara Alami Dan Medis
Masalah bau mulut memang menyebalkan, tapi siapa sangka jika masalah ini bisa diatasi dengan mudah dengan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Berikut adalah cara mengatasi bau mulut secara alami dan juga medis.


1. Kayu Manis
Kayu manis memang beraroma harum dan siapa sangka jika rempah yang satu ini mengandung zat aktif yang juga bisa mengatasi masalah bau mulut. Kayu manis mengandung senyawa cinnamic aldehyde atau sejenis minyak essens alami yang mampu membunuh bakteri dalam mulut sekaligus menyegarkan nafas yang tidak sedap.
Cara pemakaian:
Rebus satu sendok makan bubuk kayu manis dalam 500 ml air atau jika tidak tersedia bubuk kayu manis, kamu bisa langsung merebus beberapa batang kayu manis dalam air secukupnya.
Setelah mendidih dan berubah warna menjadi coklat pekat, saring larutan kayu manis tersebut.
Gunakan larutan kayu manis untuk berkumur setelah menggosok gigi, satu hingga dua kali dalam sehari.



2. Teh Hijau
Banyak penelitian yang telah berhasil membuktikan khasiat teh hijau dalam mengatasi masalah mulut. Sebuah penelitian di Mesir menyebutkan bahwa mereka yang mengkonsumsi teh hijau secara rutin memiliki jumlah bakteri dalam mulut yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsinya. Tidak hanya itu, penelitian lain yang dilakukan di Jepang oleh Kaneko dan kawan-kawan tahun 1993 menyebutkan bahwa senyawa polifenol khususnya catechin dalam teh hijau mampu mengurangi halitosis atau bau mulut setelah dikonsumsi selama empat minggu.
Cara pemakaian:
Seduh daun atau kantung teh hijau dalam air hangat atau air panas.
Konsumsi teh tersebut seperti mengkonsumsi teh pada umumnya. Minumlah teh tersebut dua hingga tiga kali sehari.
Selain diminum, teh hijau juga bisa dijadikan obat kumur yang efektif untuk mengatasi masalah bau mulut.


3. Parsley
Mungkin kamu tidak menyangka bahwa tanaman parsley yang masih satu famili dengan tanaman seledri juga dapat digunakan untuk menyingkirkan masalah bau mulut. Senyawa aktif dalam daun parsley seperti klorofil terbukti ampuh menghilangkan bau mulut pada penderita halitosis atau oral malodor.
Cara pemakaian:
solid; border-width: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;">Kunyah beberapa batang daun pasrley selama beberapa menit atau campurkan dengan salad kesukaanmu.
Selain mengunyahnya secara langsung, kamu juga bisa membuat jus daun pasrley dengan memblender beberapa batang parley dan mencampurnya dengan perasan jeruk lemon.

4. Fenugreek

Kamu mungkin belum familiar dengan jenis tanaman yang satu ini. Fenugreek adalah tanaman asal Yunani yang dikenal dengan nama klabet di Indonesia. Fenugreek bisa digunakan sebagai obat herbal untuk mengatasi bau mulut. Fenugreek mengandung senyawa antibakteri yang dapat membunuh bakteri dalam mulut dan menyegarkan nafas.
Rebus beberapa butir fenugreek atau klabet dalam segelas air selama 15 menit kemudian saring airnya.
Minum air rebusan fenugreek tersebut secara rutin dipagi hari atau gunakan air rebusan tersebut sebagai obat kumur hingga bau mulut berangsur-angsur menghilang.

5. Cuka Apel
Asam yang terkandung dalam cuka apel dapat merangsang kelenjar saliva untuk memproduksi air liur yang dapat mengatasi masalah mulut kering. Cuka apel juga terbukti efektif mampu menyeimbangkan pH dalam mulut agar bakteri tidak dapat berkembang biak dan melakukan aktivitas pembentukan senyawa volatile sulfur compounds penyebab bau mulut.
Cara pemakaian:
Larutkan satu sendok makan cuka apel dalam satu gelas air.
Minum larutan tersebut sebelum makan untuk melancarkan pencernaan dan menghilangkan bau mulut.
Selain diminum, kamu juga bisa menggunakan larutan tersebut untuk berkumur setelah menggosok gigi.

6. Lemon
Lemon kaya akan vitamin C yang dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut. Tapi, khasiat lemon tidak hanya sampai disitu, buah yang merupakan salah satu jenis tanaman citrus ini juga mengandung asam yang sangat tidak disukai oleh bakteri. Senyawa asam pada lemon tidak hanya ampuh membunuh bakteri penyebab bau mulut tetapi juga dapat mengatasi mulut kering dengan cara merangsang produksi air liur.
Cara pemakaian:
Peras setengah buah lemon dalam gelas lalu tambahkan air hangat hingga gelas tersebut penuh.
Gunakan jus lemon tersebut untuk berkumur. Kamu juga bisa menambahkan sedikit garam agar hasilnya lebih efektif.
Lakukan perawatan dengan jus lemon ini dua hingga tiga kali dalam seminggu.


7. Baking Soda
Selain bisa menjadi salah satu cara memutihkan gigi, baking soda ternyata bisa juga digunakan dalam menghilangkan bau mulut. Baking soda atau sodium bikarbonat membantu membunuh bakteri penyebab bau yang tinggal dalam mulut. Kondisi alkali yang diciptakan oleh baking soda juga membantu menetralkan pH dalam mulut yang cenderung bersifat asam. Dan seperti yang kita ketahui, bakteri tidak bisa hidup dalam kondisi pH yang netral.
Cara pemakaian:
Campur setengah sendok teh baking soda dengan segelas air hangat.
Gunakan larutan baking soda tersebut sebagai obat kumur sekali dalam sehari.
Kamu juga bisa mencampur baking soda dengan pasta gigi yang biasa kamu gunakan setiap hari untuk menggosok gigimu.


8. Tea Tree Oil

Tea tree oil atau minyak pohon teh mengandung senyawa antibakteri seperti terpenoid yang dapat membunuh bakteri atau mikroba penyebab bau mulut. Penggunaan tea tree oil untuk mengatasi masalah bau mulut juga telah terbukti aman menurut penelitian ilmiah. Inilah alasannya mengapa para dokter gigi menyarankan pasiennya yang menderita halitosis untuk menggunakan produk perawatan gigi yang mengandung tea tree oil.
Cara pemakaian:
Larutkan beberapa tetes minyak pohon teh dalam segelas air.
Gunakan larutan minyak pohon teh tersebut sebagai obat kumur setelah menyikat gigi dimalam hari atau dipagi hari.
Lakukan perawatan ini secara rutin hingga bau mulut berkurang.
Selain itu, kamu bisa meneteskan tea tree oil pada pasta gigi sebelum menggosok gigi setiap hari.


9. Cengkeh
Cengkeh, rempah berukuran mini yang satu ini juga bisa jadi bahan alami yang ampuh mencegah dan mengatasi bau mulut. Senyawa minyak atsiri dalam cengkeh mampu bertindak sebagai antibakteri dalam mulut sehingga pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut bisa dihambat secara efektif.
Cara pemakaian:
Untuk menghilangkan bau mulut, kamu bisa langsung mengunyah beberapa butir cengkeh hingga nafas kembali segar.
Jika tidak terbiasa mengunyah cengkeh secara langsung, kamu bisa membuat teh cengkeh dengan cara merebus sejumput cengkeh atau satu sendok teh bubuk cengkeh dalam satu gelas air.
Rebus selama 5 hingga 10 menit kemudian saring airnya.
Minum teh cengkeh tersebut setiap hari atau gunakan sebagai obat kumur.

10. Apel
Buah apel ternyata mampu bertindak sebagai pembersih alami mulut dan mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa orang mengkonsumsi buah setelah makan. Serat yang terkandung dalam buah apel dapat membersihkan mulut dari sisa makanan yang tertinggal sekaligus merangsang produksi saliva atau air liur yang dapat menjaga kelembaban dalam mulut. Seperti yang kita ketahui, mulut yang kering adalah salah satu penyebab timbulnya masalah bau mulut.
Cara pemakaian:
Kunyah apel secara perlahan agar serat yang dikandungnya dapat membersihkan sela-sela gigi secara perlahan.
Kamu bisa mengkonsumsi apel sesuka hatimu dan jika bisa jangan lupa mengkonsumsi satu buah apel setiap harinya.

11. Garam Epsom

Garam Epsom mengandung senyawa antibakteri yang dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut yang cukup membandel. Selain itu, garam Epsom juga dapat memicu pengeluaran racun atau toksin yang tersimpan dalam mulut dan air liur.
Cara pemakaian:
Larutkan satu sendok teh garam Epsom dalam satu gelas air hangat.
Gunakan untuk berkumur setelah makan atau menggosok gigi.
Lakukan perawatan ini sekali sehari.

12. Jahe
Menggunakan air rebusan jahe sebagai obat kumur atau mengkonsumsi teh jahe setiap hari juga bisa jadi alternatif mengatasi masalah bau mulut. Jahe mengandung senyawa antibakteri seperti gingerol yang ampuh membunuh bakteri dan mikroba lain yang menimbulkan masalah bau mulut.
Cara pemakaian:
Parut beberapa rimpang jahe hingga halus dan peras sarinya.
Campurkan air perasan jahe tersebut dengan air hangat dan gunakan sebagai obat kumur setiap hari.
Cara lainnya, rebus jahe dengan air secukupnya selama 15 menit dan minum air rebusan tersebut sekali dalam sehari.

13. Prosedur Bedah
Jika bau mulut yang kamu alami disebabkan karena masalah yang serius misalnya penyakit atau peradangan pada gusi atau tonsil, kamu bisa melakukan berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan bedah Laser Co2 cryptolysis. Teknik bedah laser ini dilakukan untuk menghilangkan lapisan tipis pada tonsil tempat tumbuhnya bakteri dan biasanya dilakukan dengan menggunakan laser karbon dioksida. Cara ini diklaim cukup ampuh, aman dan efektif untuk mengatasi masalah halitosis atau bau mulut.


8 Cara Mencegah Bau Mulut

Mencegah lebih baik daripada menyembuhkan bukan? Lakukan hal berikut jika kamu tidak ingin masalah bau mulut datang kembali.
1. Menyikat Gigi Secara Teratur
Membersihkan gigi dan gusi dengan cara menyikatnya secara teratur dua kali sehari dapat meminimalisir pembetukan senyawa penyebab bau mulut yang disebabkan oleh bakteri. Pilih sikat dan pasta gigi yang telah terbukti secara efektif mampu membunuh bakteri dalam mulut sekaligus menyegarkan nafas. Jangan lupa juga untuk mengganti sikat gigi dua atau tiga bulan sekali.
2. Membersihkan Lidah
Tidak hanya gigi dan gusi, lidahmu juga bisa menjadi sarang bakteri penyebab bau mulut. Saat menggosok gigi jangan lupa juga untuk membersihkan atau menggosok lidahmu terutama bagian bawahnya. Lapisan mukosa yang terbentuk pada lidah setiap hari dipenuhi oleh bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis jika tidak dibersihkan secara rutin.
Jangan menggunakan sikat gigi untuk membersihkan lidah, namun gunakan alat pembersih lidah khusus yang memang ditujukan untuk membersihkan lidah.
3. Hindari Makanan Pemicu Bau Mulut
Jika kamu mengidap halitosis atau bau mulut yang parah, hindari makanan yang dapat memicu bau mulut seperti bawang-bawangan dan sayuran kubis serta beberapa jenis makanan yang mengandung protein dalam kadar tinggi. Sebaliknya makanan sehat seperti wortel, apel dan buah berry yang kaya antioksidan dan serat dapat membantu mengatasi masalah bau mulut jika dikonsumsi secara rutin.
4. Pilih Produk Sugar Free
Gula adalah makanan favorit bakteri dalam mulutmu, dan mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi seperti makanan manis bisa memicu produksi senyawa penyebab bau mulut. Sebaiknya hindari makanan manis jika tidak mau bau mulutmu semakin bertambah parah. Cermati juga kandungan gula pada label kemasan yang menempel pada produk makanan yang dijual dipasaran.
5. Hindari Kebiasaan Merokok Dan Minum Alkohol
Merokok dan minum alkohol adalah dua kebiasaan yang tidak hanya bisa menyebabkan berbagai penyakit serius seperti kanker dan serangan jantung tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya bau mulut. Selain menyebabkan bau mulut, rokok dan alkohol akan menimbulkan warna kuning pada gigi dan membuat penampilan terlihat tidak menarik.
6. Konsumsi Cukup Air
Mulut kering adalah penyebab masalah bau mulut yang cukup parah sehingga sangat penting menjaga hidrasi atau kelembaban dalam mulut. Salah satu cara untuk menjaga kelembaban dalam mulut adalah dengan mengkonsumsi atau meminum air putih secara rutin minimal delapan gelas setiap hari.
7. Mengunyah Permen Karet
Mengunyah permen karet adalah salah satu aktifitas sehat yang tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi tetapi juga mampu merangsang produksi air liur dalam mulut. Dengan diproduksinya air liur secara teratur, kamu bisa menjaga kondisi lembab dalam mulut dan mengatasi mulut kering yang merupakan salah satu penyebab bau mulut. Pastikan kamu mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula.
8. Periksa Kesehatan Mulut Secara Rutin
Bau mulut bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah atau gangguan kesehatan yang sedang terjadi dalam tubuh. Jika tidak yakin mulutmu mengelurkan bau tidak sedap, kamu bisa mengeceknya ke dokter dan mengetesnya dengan alat yang disebut halimeter. Dokter akan memeriksa kondisimu dan menyarankan apa yang harus kamu lakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan sekaligus mengatasi bau mulut yang ditimbulkannya.


https://marisehatbersama2.blogspot.com/2018/04/13-cara-menghilangkan-bau-mulut-secara.html

Cara Cepat Mengusir Batuk Pilek Dalam Semalam



Cara Cepat Mengusir Batuk Pilek Dalam Semalam

Batuk pilek yang disebabkan oleh infeksi virus umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 minggu. Meski begitu, batuk pilek terkadang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Lalu, bagaimana caranya agar batuk pilek cepat sembuh dan Anda dapat beraktivitas kembali seperti biasanya? Berikut beberapa anjuran untuk Anda.
Tips agar batuk pilek cepat sembuh
Batuk pilek merupakan keluhan yang paling sering dialami oleh semua orang, terutama dalam kondisi cuaca yang tidak stabil. Pilek adalah infeksi ringan pada hidung, saluran sinus, tenggorokan, dan saluran pernapasan bagian atas akibat serangan virus. Seseorang yang sakit pilek biasanya juga mengalami batuk, pernapasan tidak lancar, dan suara serak.
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan batuk pilek, di antaranya:

1. Banyak minum air
Batuk dan pilek menyebabkan postnasal drip, yaitu kondisi yang terjadi ketika lendir (ingus) yang berlebihan menumpuk pada bagian belakang tenggorokan. Memastikan diri Anda terhidrasi dengan baik akan membantu menipiskan lendir akibat postnasal drip. Selain itu, banyak minum juga akan membantu menjaga selaput lendir tetap lembap. Beberapa bukti klinis mengatakan bahwa minum teh hangat dengan madu juga bisa menenangkan tenggorokan.


2. Mengisap permen Lozenges
Permen pelega tenggorokan ini mengandung menthol sehingga bisa membantu meredakan hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, serta mengurangi refleks batuk.
3. Berendam air hangat
Mandi air hangat tidak hanya membantu mengurangi batuk dan pilek, tapi juga alergi. Bagi beberapa orang penggunaan humidifer alias mesin pelembap udara juga bisa membantu meringankan gejala batuk dan pilek. Pasalnya alat ini bisa melembapkan ruangan saat udara kering.


4. Minum obat batuk
Ketika semua cara di atas tidak membantu, Anda bisa beralih ke obat batuk yang banyak dijual bebas di toko obat. Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung dekongestan. Dekongestan membantu meredakan hidung tersumbat dengan mengecilkan jaringan hidung yang bengkak serta mengurangi produksi lendir. Obat dekongestan hadir dalam sediaan pil, sirup, serta semprotan hidung.


Apakah batuk dan pilek selalu butuh obat antibiotik?
Minum antibiotik untuk batuk dan pilek biasa tidak akan menyembuhkan masalah Anda. Obat-obatan antibiotik hanya bekerja melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sementara dalam hampir sebagian kasus batuk dan pilek, penyakit merepotkan ini disebabkan oleh virus. Bahkan, kebanyakan kasus bronkitis dan sinusitis yang sama-sama ditandai oleh gejala batuk pilek juga disebabkan oleh virus.

Batuk dan pilek biasa dapat Anda tangkis dengan konsumsi obat generik yang biasa dijual di apotek tanpa harus menebus resep. Seperti apa obat batuk pilek yang efektif akan tergantung dari jenisnya, berikut yang wajib Anda ketahui:
Obat batuk ekspektoran biasanya bermanfaat untuk mengencerkan dahak, agar dahak lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Oleh karena batuk memang diperlukan untuk mengeluarkan dahak, maka obat untuk meredakan batuk tidak disarankan.
Guaiphenesin atau bromhexine adalah bahan utama pereda batuk berdahak yang juga aman untuk ibu hamil. Meski begitu perlu diingat bahwa bahan ini tidak dapat menyembuhkan kondisi lebih serius yang melatarbelakangi gejala Anda.
Jika batuk disertai demam, konsumsi ibuprofen atau parasetamol juga dapat membantu meredakan sakit pada tenggorokan.
Hati-hati mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin yang berguna untuk meredakan hidung tersumbat, karena bahan ini justru dapat membuat dahak lebih sulit dihilangkan dari paru-paru.


https://marisehatbersama2.blogspot.com/2018/05/4-cara-cepat-mengusir-batuk-pilek-dalam.html

Saturday, June 2, 2018

Perangkat Pembelajaran SMA Kelas X




Perangkat Pembelajaran SMA Kelas X:

1.PKn
2.Bahasa Indonesia
3.Sejarah Indonesia
4.Bahasa Inggris
5.MTK Wajib
6.Fisika
7.Kimia
8.Biologi
9.Ekonomi
10.Geografi
11.Sosiologi
12.PJOK
13.Seni Budaya
14.MTK Peminatan
15.Sejarah Peminatan
16.PAI
17.PAK
18.PKWU

Perangkat ini Lengkap dengan daftar isi sbb:
Buku Siswa
Buku Guru
RPP K13 SMA :
1.  Cover
2.  RPP [Rencana Pelaksanaan Pembelajaran]
3.  Silabus
4.  Analisis KI KD
5.  Analisis Standar Kompetensi kelulusan
6.  Pemetaan
7.  Fotmat KKM
8.  Analisis alokasi waktu
9.  Analisis Kompetensi
10. Lembar Penilaian
11. Jurnal guru
12. kalender pendidikan 2017-2018
13. Program tahunan
14. program semester

Silahkan klik :

Bantu Share Ke Group yang lainya, supaya kawan" guru yang lain juga mendapatkan Perangkat mengajar dengan lengkap.

close